You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Kalurahan BANJARARUM

Kap. KALIBAWANG, Kab. KULON PROGO, Prov. DI Yogyakarta
Info

Raup omzet jutaan rupiah per bulan, pengrajin tas anyaman bertahan di masa pandemi


Raup omzet jutaan rupiah per bulan, pengrajin tas anyaman bertahan di masa pandemi

Popohan, SID Banjararum  -- Pandemi Covid-19 mengakibatkan dampak yang luar biasa, terutama di sektor ekonomi. Banyak pelaku usaha yang bangkrut hingga gulung tikar karena tidak mampu melakukan produksi lagi. Kendati demikian masih ada pelaku usaha kecil (UMKM) yang masih bertahan atau tetap melakukan produksi di tengah pandemi ini. Seperti yang dilakukan Maryati, seorang pengrajin tas anyaman dari Padukuhan Popohan Banjararum. 

Bekerja sama dengan seorang distributor produk dari Nanggulan, Maryati bersama ibu-ibu di lingkungannya tetap memproduksi tas anyaman dari bahan dasar plastik dan enceng gondok. Patut disyukuri meski di tengah badai pandemi tapi permintaan produk terus mengalir, bahkan semakin diburu karena tas anyaman dianggap lebih kuat dan unik dibanding tas buatan pabrik. Kondisi ini yang mengakibatkan omzet penjualan semakin meningkat. 

Maryati mengungkapkan usaha ini sudah berjalan sejak 3 tahun lalu dengan melibatkan sekitar 35 pengrajin yang berasal dari Popohan dan sekitarnya. Usaha ini banyak menarik minat ibu-ibu karena proses pembuatannya yang cukup mudah, bisa dikerjakan di rumah dan bahan baku sudah disediakan. Untuk membuat satu tas hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. " Kalau dari nol kemudian membentuk bokongan (bentuk dasar anyaman) sampai menjadi sebuah tas butuh waktu setengah jam,.. kalau mulai dari bokongan, satu jam itu bisa bikin tiga," jelas Maryati. 

Untuk produk tas yang sudah jadi dikumpulkan dirumah Maryati dan biasanya akan diambil oleh distributor 2 kali dalam seminggu antara senin dan kamis. Jumlah dan ukuran  juga berdasarkan permintaan yang telah ditentukan distributor. Untuk ukuran sendiri mulai dari mini, kecil, sedang hingga ukuran jumbo. Setiap ukuran mempunyai harga berbeda, namun tetap dengan bahan dan kualitas yang sama. Dalam waktu 17 hari para  pengrajin mampu menghasilkan 175 set (1 set berisi 4 model) yang dihargai Rp 22.000,- sehingga mempunyai nilai total Rp 3.850.000,- .
Nilai omzet akan berlipat ketika banyak pesanan tas yang berukuran kecil, karena bisa lebih cepat proses pengerjaannya.

Dengan nilai omzet yang cukup besar, usaha ini mampu memberikan tambahan penghasilan bagi ibu-ibu pengrajin yang tentu berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan keluarga. 
Di samping itu, adanya kegiatan  ekonomi produktif samacam ini diharapkan mampu menginspirasi komponen masyarakat lainnya untuk tetap semangat dalam bekerja dan terus menggali serta mengembangkan potensi-potensi lain yang ada.

Kontributor : Restu Bayu Permadi

Editor         : Sunardi

Bagikan artikel ini: