You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Kalurahan BANJARARUM

Kap. KALIBAWANG, Kab. KULON PROGO, Prov. DI Yogyakarta
Info

TaJu : “Tandur Maju” Ala Anak Sub Unit KT. Mandala Cipta , Padukuhan Ngentak


TaJu : “Tandur Maju” Ala Anak Sub Unit KT. Mandala Cipta , Padukuhan Ngentak

Ngentak – (Minggu, 07/03) Sub Unit Karang Taruna Mandala Cipta Dusun Ngentak mengadakan kegiatan tanam padi bersama. Kegiatan ini diikuti oleh semua anggota karang taruna yang berjumlah sekitar 40 orang terdiri dari anak SMP sampai yang sudah berumah tangga. Kegiatan ini juga dihadiri oleh 5 orang tamu, 1 orang dari PHBI (Pusat Bantuan Hukum Indonesia) Jogja, 2 orang dari Dapur Sembungan untuk Solidaritas COVID 19, dan 2 orang dari LabHauss Yogyakarta. Tanam padi kali ini dimulai pada pukul 07.30 WIB dan selesai pada pukul 12.00 WIB. Tanam padi yang mereka lakukan menggunakan “plot” atau biasa disebut dengan “garet”. Mekanisme penanamannya juga unik, yang biasanya tanam padi dilakukan secara mundur (dari depan ke belakang dan badan membelakangi) tapi untuk hal ini tanam padi dilakukan maju. Jadi yang dulunya bernama “tandur” sekarang berubah menjadi “taju”. Hal menarik lainnya, kegiatan ini dilakukan oleh anak muda tidak memandang itu laki-laki maupun perempuan semua memiliki tanggungjawab masing-masing. Kegiatan tanam padi ini rutin dilakukan oleh Sub Unit Karang Taruna Mandala Cipta setiap masa tanam tiba. Kegiatan pertanian ini dilakukan secara kolektif oleh para anggota Sub Unit KT. Mandala Cipta sejak tahun 2015. Dalam kegiatan pertanian ini Sub Unit KT. Mandala Cipta mengelola sawah kas desa seluas 1500m2 dengan sistem lelang setiap tahunnya. Dari hasil kegiatan pertanian, Sub Unit KT. Mandala Cipta mendapat income untuk kas disetiap kali masa tanam.

Kegiatan ini masih sangat menarik karena temen - temen mandala cipta penuh semangat dan suka cita, hal terpenting yang terlibat dalam kegiatan ini seimbang antara laki-laki dan perempuan. Saya hanya bisa menemukan laki-laki menanam ya di mandala cipta ini. Saat ini temen-temen sudah lebih tahu tentang benih yang ditanam pupuk, yang ditanam, serta mekanisme pengerjaan lahan. Kegiatan tandur tadi cukup cepat juga, ini berarti bahwa jika ada kerjasama ternyata pekerjaan yang berat bisa jadi ringan. Pesan saya : terus dilakukan, kegiatan ini dapat menginspirasi, mengedukasi dan mendorong pemuda lain untuk dapat bertani. Selain itu terus tingkatkan pengetahuan tentang bertani organik, karena itu dapat menguntungkan dari aspek ekologi, dan ekonomi. Sukses terus temen – temen mandal cipta”. (Hani Widjaya - Pegiat Labhauss Yogyakarta)

Tandur ini merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu bagi para anggota Sub Unit KT Mandala Cipta. Disini mereka dapat belajar mengenai pertanian, bisa sharing cerita juga, dan bisa bercanda bersama teman-teman. Sub Unit KT. Mandala Cipta melakukan kegiatan kolektif ini dengan tujuan untuk menggeser stigma negatif anak muda tentang pertanian. Dari yang dulunya merasa jijik dan kotor jika ke sawah tapi mereka sudah tergerak hatinya untuk ikut membantu orang tuanya ke sawah. Dewasa ini, sedang terjadi krisis regenerasi petani (usia petani di Indonesia lebih dari 60�rusia diatas 65 tahun). Melihat kondisi demikian, adanya pertanian kolektif yang dilakukan anak muda di mandala cipta ini dapat mendorong anak muda lain untuk bisa terjun ke pertanian.

Bagikan artikel ini: